Berita terkini :

Nasional

Basketball News

Formula 1 News

SEMASA HIDUP, TAUFIQ KIEMAS GETOL PROMOSIKAN 4 PILAR

Selasa, 18 Juni 2013

JAKARTA - Sejak menjadi Ketua Mejelis Permusyawaratan Rakyat pada Oktober 2009, Taufiq Kiemas getol mempromosikan empat pilar Negara, yakni Pancasil, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.
Tek berlebihan bila banyak yang menyebut upayanya mempromosikan keempat pilar tersebut sebagai warisan paling monumental dari kepemimpinan Taufiq, yang berpulang Sabtu lalu di Singapura.
Tak sekadar mempromosikan, dia sekaligus mempraktekkannya dalam kehidupan politik sehari-hari. Pembawaannya yang hangat, terbuka, dan egaliter membuat Taufiq mudah diterima kawan maupun mereka yang berseberangan pandangan.
Dalam politik praktis, dia memahami betul adagium “tak ada teman dan musuh yang abadi kecuali Kepentingan”. Itulah yang diterapkan dalam menjalin hubungan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyo.
Dengan telaten, Taufiq terus membujuk istrinya, Megawati, yang tersingkir, untuk mencairkan hubungan seperti yang dilakukannya. Belum sepenuhnya berhasil memang.
Tapi sesungging senyum diperlihatkan Megawati saat Presiden Yudhoyono menyalaminya setelah menyerahkan gelar pahlawan nasional untujjk Sukarno beberapa waktu lalu.
Kita sependapat empat pilar yang dipromosikan Taufiq Kiemas sebagai salah satu warisan fenomenal.
Karena itu, kalau masyarakat ingin menghormati almarhum yang terbaik adalah kembali menghayati dan mengamalkan pilar bangsa. DTK/INT

JALAN JEMBATAN JELING MACET, PEMERINTAH TUTUP MATA

JAKARTA - Siapa yang tidak kenal Jakarta, kota yang lebih dikenal juga dengan kemacetannya. Tidak tertata, pemerintah daerah yang kurang peduli, atau para pengendara yang tidak disiplin dalam berkendara membuat Jakarta makin semrawut.
Begitu juga kemacetan yang terjadi setiap harinya di Jalan Jembatan Jeling. Dari arah Grogol –menuju ITC Roxy Mas ataupun dari Latumenten (Season City) menuju ITC Roxy Mas, Di Jalan Jembatan Jelinglah titik macet yang hampir terjadi setip harinya.
Selain “pa ogah” yang lebih mendahulukan kendaraan dari arah Latumenten (season city) yang membuat kemacetan, juga para pengendara sepeda motor yang nekad melawan arah dari arah ITC Roxy Mas menuju Latumenten (season city).
Sebelum putaran yang ada di depan ITC Roxy Mas ditutup oleh pemerintah, kemacetan di jalan tersebut sudah terjadi cukup lama. Sepertinya pemerintah daerah harus memperhatikan hal ini. Dipasang lampu lalu lintas atau dijaga oleh polisi lalu lintas akan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan tersebut. #wali

PASAR HIPLI MENJADI TITIK MACET DI SEMANAN

JAKARTA - Pasar Hipli yang berada di wilayah Kelurahan Semanan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat menjadi titik macet di wilayah tersebut. Banyaknya para padagang yang berjualan di Jembatan dan angkot yang ngetem membuat daerah tersebut sering terjadi kemacetan yang cukup parah.
Hal ini tidak lepas dari peran serta aparat pemerintah setempat. Kurangnya perhatian pemerintah setempat ataupun adanya oknum yang memanfaatkan ramainya pasar tersebut membuat kemacetan didaerah tersebut tidak bisa terselesaikan.
Sebut saja “GTRU” warga sekitar yang mengeluhkan kemacetan yang terjadi akibat banyaknya angkot yang ngetem di jalan tersebut.
“Angkot yang mencari penumpang dari pasar Hipli dengan cara ngetem memang sudah lama terjadi, hal ini sepertinya tidak diperhatikan oleh Lurah Semanan, padahal pak Lurah hampir setiap hari lewat jalan tersebut”ujar GTRU. #tim

KEMACETAN DIDEPAN PINTU MASUK TERMINAL KALIDERES MASIH TERJADI

JAKARTA - Terminal Kalideres, terminal yang menjadi pusat di Jakarta Barat memang dipadati kendaraan umum dalam kota maupun luar kota.
Padatnya kendaraan umum y\di wilayah tersebut bukan berarti kemacetan harus terjadi terus menerus tanpa tindakan aparat setempat.
Walaupun kantor Polisi Sektor Kalideres berada tidak jauh , dan sering dijaganya pintu masuk terminal oleh para petugas lalu lintas, kenakalan para supir angkot tidak bisa dibiarkan. Menaikkan atau menurukan penumpang menjadi alasan para supir angkot melambatkan kendaraan atau “ngetem” di tempat tersebut.
Sudah banyak para supir angkot yang di tindak oleh petugas kepolisian dari Polsek Kalideres Jakarta Barat, tetapi, tindakan tersebut tidak membuat jera para supir angkot untuk melanggar lalu lintas di daerah tersebut.#tim

SANG JENDERAL AKHRINYA MENYERAH



“Kan sesepuh bilang, kenapa kamu nggak mau (dieksekusi)? Saya bilang saya ingin sampaikan pesan, bukan saya lari.” Kalimat itu dengan rileks diucapkan oleh Komjen (purn) Susno Duadji. Kamis, 2 Mei 2013, ketika menjelang pergantian hari, pukul 23.10 WIB, Susno tiba-tiba membuat kejutan. Mantan Kabareskrim Mabes Polri itu menyerahkan diri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Jawa Barat.
Susno yang lima hari jadi buronan oleh Kejaksaan Agung itu benar-benar membuat malam Jumat Kalapas Kelas II A Cibinong Abdul Hany berbeda. Tidak hanya Abdul harus balik ke kantornya saat larut, tapi ia juga mendapat telepon dari orang nomor satu di Kejagung, Jaksa Agung Basrief Arif.
Di ujung telepon, Basrief mengatakan, Susno akan datang ke lapas yang terletak di Jalan Pondok Rajeg tersebut. “Saya juga kaget, sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Apalagi Pak Susno kan sempat jadi buronan,” jelas Abdul.
Kedatangan Susno jadi kejutan kedua bagi Abdul. Sebelumnya, pada November 2012, Abdul juga dikejutkan dengan rencana pelimpahan Susno ke lapas yang dipimpinnya, usai keluar keputusan pengadilan terkait putusan MA dengan nomor perkara 899 K/PID.
SUS/2012.
Padahal, dirinya belum menerima lampiran berkas pemindahan Susno. “Saya saat itu hanya tahu dari running text televisi. Kejaksaan belum memberikan konfirmasi saat itu,” jelas Abdul.
Kejutan-kejutan memang selalu dilakukan Susno. Betapa tidak, saat akan dieksekusi kejaksaan pascaputusan MA terkait kasus penggelapan dana Pilkada Jawa Barat 2008, dan suap PT Salmah Arowana Lestari (SAL), Susno berulang kali menolak. Bahkan ketika eksekusi sudah masuk tenggat waktu, Susno tetap menolak.
Akhirnya puluhan jaksa yang menjemputnya di Perumahan Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 24 April 2013, harus gigit jari. Mereka pulang dengan tangan hampa.
Belakangan, setelah gagal dieksekusi, Susno kembali bikin kejutan dengan menghilangkan diri alias buron. Bahkan orang-orang dekatnya pun mengaku tidak tahu di mana Susno berada. “Saya tidak tahu ke mana Pak Susno pergi, tapi saya yakin masih di Indonesia,” terang Fredrich Yunadi.
Hal sama juga dikatakan Avian Tumengkol, yang selama ini menjadi juru bicaranya. Kata Avian, sejak berpisah di Polda Jabar setelah rencana eksekusi jaksa yang gagal, dirinya sudah tidak bisa lagi menghubungi Susno.
“Saya berulang kali telepon ke nomornya yang saya punya tapi tidak aktif. Kita semua juga bingung,” elak Avian.
Buronnya Susno tentu saja membuat  repot kejaksaan. Intelijen kejaksaan pun dikerahkan untuk memburunya. Korps Adhyaksa itu juga meminta Polri untuk membantu menemukan Susno yang entah di mana rimbanya. Beberapa rumah Susno yang ada di Jakarta maupun di Bandung diintai, tapi tetap saja nihil.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul mengatakan, tim khusus yang dibentuk Polda Jabar tersebut untuk membantu petugas eksekutor kejaksaan dalam mencari keberadaan Susno di 26 kota dan kabupaten, khususnya Bandung dan sekitarnya.
Tim khusus yang dibentuk itu melibatkan personel Polri, mulai dari pos polisi, polsek, polres, dan polrestabes. Namun tetap saja Susno tidak bisa ditemukan.
Belakangan publik dikejutkan dengan munculnya Susno di YouTube, Senin, 29 April, lalu. Dalam rekaman video berdurasi 15 menit itu Susno melakukan pembelaan diri terkait putusan hukum yang membelitnya. Tidak ketinggalan, pria kelahiran Pagaralam, Sumatera Selatan itu juga menyentil sejumlah pihak yang menyalahkan dirinya.
Begitu muncul di YouTube, Mabes Polri langsung mengerahkan tim Cyber Crime. Tim ini pun belum dapat melacak keberadaan jenderal bintang tiga purnawirawan ini. 
Namun akhirnya Susno menyerahkan diri ke kejaksaan. Kamis, 2 Mei 2013, sekitar pukul 14.00 WIB, Susno mengutus pengacaranya, Untung Sunaryo untuk mengabari Basrief jika ia akan  menyerahkan diri. Rencananya, Susno akan datang ke lapas itu tengah malam. Sebelum Susno datang ke lapas, Basrief, sekitar pukul 23.10 WIB, memerintahkan Kepala Kejati DKI Jakarta dan Kepala Kejari Jakarta Selatan untuk menemui Susno di Lapas Kelas IIA Cibinong. Sesuai kesepakatan dengan pihak Susno, Basrief tidak melibatkan banyak pihak dan jaksa dalam eksekusi tersebut. Eksekusi hanya dilakukan tidak lebih dari empat
orang.
Tidak lama setelah empat jaksa utusan Jaksa Agung tiba, Susno menunjukkan batang hidungnya. Didampingi empat orang jaksa, Susno akhirnya masuk ke dalam lapas dan diterima langsung oleh Abdul.
Bungkusan nasi padang, satai dan berbotol-botol air mineral disuguhkan di atas meja yang ditutup dengan taplak batik warna merah. Suasana cair, beda jauh dengan eksekusi Susno di Bandung yang gagal. Kali ini tidak ada ketegangan sama sekali. Malah tawa dan senda gurau mewarnai eksekusi itu. Susno yang sempat makan satai dan nasi padang yang disuguhkan malam itu, pun melontar canda tentang sesepuh yang
membuatnya akhirnya memilih menyerah. “Laporkan kepada beliau, bahwa dari sesepuh sudah ada telepon,” ujar Susno yang disambut tawa lainnya. Tidak jelas perkataan yang dimaksudnya.
Setelah dilakukan proses administrasi eksekusi, Susno pun akhirnya masuk ke ruang tahanan Blok C, yang dikhususkan untuk masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) bagi tahanan baru.
Di Block C, rencananya Susno akan tinggal selama 30 hari ke depan. Setelah itu akan dinilai apakah mantan Kapolda Jawa Barat itu bisa dipindahkan ke blok lain setelah selesai masa pengenalan atau tidak (ist/int/dtk)

Football News

 

© Copyright MERDEKA NEWS 2012 -2013 | Design by walies production | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.